Rencana Sukses Usaha: Targetkan Awal, Targetkan dengan Bijak

Cara dan usaha meraih sukses

Untuk beberapa pemilik usaha, usaha mereka ialah asset penting mereka. Sayangnya, banyak pemilik usaha tidak merencanakan untuk suksesi usaha yang teratur.

Dalam surveinya pada beberapa jutawan Kanada, Wall Street Journal temukan jika 40% memberikan laporan tidak punya gagasan perumahan serta jika suksesi usaha ialah kecemasan penting.

Banyak pemilik usaha kaget tahu jika bagian keluarga mereka tidak tertarik untuk menggantikan usaha mereka – cuma 1/3 usaha yang bertahan sampai generasi ke-2 serta cuma 10% yang bertahan sampai sepertiga. Sediakan satu atau lebih calon penerus bisa diidentifikasi, pastikan mereka dapat jalankan usaha serta jika suksesi berlangsung dengan lancar keduanya penting.

Permasalahan suksesi belakangan ini yang menyertakan Crystal Cathedral Ministries, gereja yang dibangun oleh televangelist Pendeta Robert H. Schuller (kemungkinan populer sebab program Minggu yang panjang berjalannya, “Hour of Power”), memvisualisasikan permasalahan yang bisa mengakibatkan konflik suksesi.

Pada tahun 2006, Pendeta Schuller menyerahkan kendali gereja pada putranya. Tetapi, suksesi nampaknya telah jelek dari pertama. Dimana Pendeta Schuller senior ialah karismatik serta ceria, putranya seperti usaha serta tenang. Anak itu ingin melakukan eksperimen dengan tehnologi baru untuk menarik audience yang lebih muda ke program, satu inspirasi yang belum pernah diterima oleh dewan direksi.

Titik gawat hadir saat sang putra coba mengaplikasikan aturan-aturan tata atur fundamen yang dipakai oleh beberapa organisasi nirlaba, seperti meniadakan beberapa aturan yang memiliki kandungan bentrokan kebutuhan dari dewan direksi. Ini bermakna mengalihkan orang tuanya, saudara wanita, serta saudara iparnya (mereka karyawan perusahaan).

Selang beberapa saat, putranya dicabut dari ceramah mengenai “Jam Kekuasaan” serta komite tiga orang (yang meliputi dua saudara iparnya) dibuat untuk mengurus katedral. Semenjak itu dia berhenti serta sedang dalam proses membuat jaringan media Kristennya sendiri.

Masih ditanyakan apa pergantian manajemen akan membuat ketidaksamaan. Gereja ajukan kemunduran minggu lalu serta berhutang $ 43 juta. The “Hour of Power” mencapai puncak popularitasnya kembali ke 1980-an serta sudah lihat pirsawan dipotong 1/2 dengan perubahan popularitas dari televangelisme style berbasiskan kitab suci ke swadaya. Sejauh keluarga Schuller pergi, artikel itu tunjukkan jika jalinan masih beku.

Menginginkan Warisan? Tidak Demikian Cepat …

Beberapa anak kaya yang menganggur di luar sana yang cuma habiskan waktu sampai mereka terima warisan kemungkinan kaget.

Satu studi belakangan ini oleh US Kepercayaan (yang disebut sisi dari Bank of America) temukan jika, antara orang kaya, memberi uang pada generasi selanjutnya bukan prioritas sebesar itu.

Studi ini mengukur sikap pada kekayaan 457 orang Amerika dengan minimal $ 3 juta dalam asset likuid. Sejumlah besar responden (84%) menyambungkan kekayaan mereka dengan usaha keras mereka sendiri.

Tetapi, karena hanya mereka sudah sampai kekayaan yang relevan bukan bermakna mereka ingin share dengan beberapa anak mereka. Saat diberi pertanyaan mengenai arah keuangan mereka untuk memakai kekayaan, kurang dari 1/2 tercatat tinggalkan warisan jadi prioritas (sebaliknya, hampir dua pertiga mengenali “perjalanan” jadi arah).

Buat mereka yang merencanakan masukkan beberapa anak mereka ke kehendak mereka, cuma sepertiga yakin jika beberapa anak mereka akan siap untuk mengatasi warisan yang mereka terima. Responden pun tidak punya banyak kepercayaan yang akan diterima beberapa anak mereka sesudah kematian mereka – cuma 36% yakin jika beberapa anak mereka dapat bekerja bersama untuk mengurus kekayaan keluarga.

Orangtua malas untuk bagikan rincian mengenai kekayaan mereka dengan beberapa anak mereka. Cuma sepertiga yang seutuhnya mengutarakan perincian kekayaan keluarga pada beberapa anak mereka. Fakta untuk non-pengungkapan beragam.

Kecemasan penting ialah bagaimana kekayaan akan memengaruhi tingkah laku beberapa anak – terutamanya, jika mereka bisa menjadi malas, menyiakan warisan mereka, meningkatkan ketagihan, atau menikah dengan seorang penggali emas.

Saat diberi pertanyaan mengenai umur berapakah beberapa anak mereka akan cukup dewasa untuk mengurus uang keluarga, tanggapannya bermacam. Tetapi, 45% yakin itu akan berlangsung sesudah anak sampai 35.

Kemungkinan tumbuh dengan kebanyakan uang tapi tidak terima warisan yang lumayan besar bisa menjadi permasalahan yang bertambah di waktu depan …